Kalau buah digoreng di panci biasa, air di dalamnya mendidih cepat dan minyak masuk menggantikan air. Hasilnya keripik yang keras, warnanya cokelat, dan rasa buahnya tertinggal di minyak.
Tekanan rendah, suhu lebih rendah
Penggorengan hampa menurunkan tekanan di dalam mesin. Pada tekanan rendah, minyak mendidih di suhu sekitar 90 sampai 100 derajat Celsius, bukan 160 sampai 180 derajat seperti penggorengan biasa.
Karena suhunya lebih rendah dan prosesnya lebih cepat, warna buah tidak berubah banyak. Rasa manis alami apel atau nangka masih terasa, bukan rasa minyak.
Kenapa hasilnya lebih renyah
Kadar air turun perlahan dan merata. Struktur buah tidak hancur, jadi ketika digigit bunyinya nyaring. Keripik hasil penggorengan hampa juga menyerap minyak lebih sedikit, sekitar 10 sampai 20 persen, dibanding penggorengan biasa.
Yang tidak bisa diklaim
Keripik tetaplah camilan olahan. Renyah bukan berarti bebas kalori. Satu kemasan 85 gram masih sekitar 400 kalori. Cocok dinikmati, tidak cocok dimakan tiga bungkus sehari.
Yang bisa diklaim: tanpa pengawet, tanpa tepung, dan tanpa gula tambahan, karena buahnya memang sudah cukup manis.
Tinggalkan Balasan